Prof. Suteki: Pemimpin Islam Bisa Membawa Negara Menjadi Gemah Ripah Loh Jinawi




Dakwahsumut.com, - Pakar Hukum dan Masyarakat Prof. Dr. Suteki, S.H.,  M.Hum menegaskan bahwa pemimpin Islam itu bisa membawa suatu negara menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi 


“Saya yakin sebenarnya pemimpin Islam itu akan bisa membawa bagaimana suatu negara atau suatu bangsa itu menjadi negara yang betul-betul gemah ripah loh jinawi

bukan hanya dari sisi aspek fisik tetapi dari sisi kerohanian,” tuturnya dalam FGD Forum Doktor Muslim #36:  Indonesia Butuh Pemimpin yang Bagaimana?, Sabtu (8/7/23) di kanal YouTube Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa. 


Ia mengatakan visi dari pemimpin Islam itu bukan hanya dalam hal duniawi saja melainkan visi akhirat. “Nah kalau sudah punya visi akhirat wong itu sudah selesai semua di situ pasti punya keyakinan yang kuat, Daya juang yang kuat, Lalu bagaimana mendayagunakan sumber daya yang ada itu untuk mensejahterakan rakyat dan sekaligus tadi membawa kebahagiaan bukan hanya di dunia dan dari akhirat” ujarnya. 


Menurut Prof. Suteki, sebenarnya yang dibutuhkan itu adalah leader bukan dealer, termasuk Indonesia itu sejak berdirinya dulu  bercita-cita untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan sekarang ini justru menghadapi berbagai tantangan sebagai bangsa terutama menghadapi krisis. 


Ia membeberkan sebenarnya  yang dibutuhkan itu adalah pemimpin yang mumpuni agar umat tidak mengalami kekecewaan yang berulang-ulang. "Karena apa karena pemimpin sebelumnya yang dulu mungkin di idolakan oleh rakyat begitu ya ternyata tidak sesuai harapan Betul kan, dadi kecelek,  jadi dari dulu kita itu kecelek,” ungkapnya. 


Oleh karena menurutnya, perlu merestorasi atau dalam hal ini adalah mengembalikan atau memulihkan makna kepemimpinan. “Agar kita ini bisa memiliki pemimpin yang kita harapkan yang bisa membawa Indonesia itu bukan hanya sementara di bidang lahir tapi juga batin,” jelasnya. 


*Petugas Partai* 


Prof. Suteki menilai makna kepemimpinan yang sejati bukanlah seorang yang diangkat sebagai petugas partai. Juga bukan sebagai raja yang berkuasa pada suatu negeri, tetapi pemimpin yang mampu menomor satukan kepentingan warga di atas kepentingan yang lainnya. 


Ia menilai negara Indonesia saat ini adalah negara partai. Seolah-olah  partai politik adalah penentu arah haluan Indonesia. "Hanya dua atau berapa orang gelintir itu, itu kemudian juga kita bisa sebut bahwa di sini telah terjadi namanya oligarki politik yang itu direpresentasikan oleh partai-partai politik,” katanya. 


“Betul-betul menjadi kekuasaan yang boleh kita katakan itu termasuk absolut, di situ jadi penguasaan partai sudah besar ditambah dengan adanya ketentuan presidential thresshold dua puluh persen itu sudah bukan main itu sudah mengunci semuanya sampai sekarang,” pungkasnya. [] Setiawan Dwi